RSS

SHARING. . . . .

#Pengalaman

#CurhatSahabat

Sebuah pengalaman yang dialami oleh sahabat kala bekerja disuatu instansi perkantoran. Hidup memang tak semulus yang kita bayangkan,akan ada kerikil2 tajam bahkan batu2 besar menghadang. Namun,adakah manusia yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kehidupan layak???

Jawabannya ADA,dan banyak sekali manusia yang melakukan itu. Ada yang sadar dan ada tidak sadar,ada juga yang sadar kalau itu salah tetapi masa bodoh. Dalam kehidupan sehari-hari dilingkungan tetangga,pertemanan,perkantoran,bisnis. Banyak sekali ditemukan praktek2 penghalalan segala cara untuk meraih kesuksesan,keuntungan,dan untuk mendapatkan pengakuan.

Sebagai contoh adalah sahabat saya yang juga teman masa kuliah,kami dekat walaupun tak pernah satu kos. Suatu saat ketika masa2 skripsi datang,kami berlomba membuat proposal. Entah bagaimana sahabat saya ini mempunyai ide cemerlang sebagai bahan skripsinya,namun sayang ia mempublikasikannya dihadapan teman2 kampus kami. Alhasil ada satu dari teman kami yang sebenarnya sangat jenius,tapi ternyata plagiat. Teman jenius saya ini mengambil ide sahabat saya,dan langsung dijadikan proposal tanpa sepengetahuan dan seijin sahabat saya. Ketika sahabat saya mengetahuinya ia marah dan sempat memutuskan komunikasi dengan teman jenius saya. Saya sendiri heran padahal teman jenius saya ini punya IPK Cumlaude,sedangkan saya dan teman saya IPK.nya hanya rata-rata.

Dibalik kemarahan sahabat saya,ia berdoa agar proposal teman jenius saya ditolak. Alhamdulillah,doanya terkabul. Teman jenius saya dianggap tidak mengetahui masalah dan tidak meguasai permasalahan. Sahabat saya gembira sekali,ia kemudian mengajukan proposalnya dengan tema yang sama namun berbeda permasalahan,hasilnya langsung ACC.

Setelah kami lulus,kami mencoba mencari tahu keberadaan teman jenius kami. Ternyata ia bekerja disatu dealer motor,padahal kami mengira ia akan di rekrut oleh universitas sebagai dosen atau menjadi PNS atau bekerja di perusahaan2 bonafit. Tapi ternyata tidak…

Dari situ saya belajar bahwa tidak semua orang yang mempunyai IPK Cumlaude memiliki kemampuan dan skill yang sesuai dengan prestasinya. IPK Cumlaude tak selalu beruntung dalam pekerjaan dan karir. Yang terpenting adalah skill bukan nilai.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Juni 2014 in Tak Berkategori

 

Jangan Takabur,,,

#Pengalaman

#CurhatanSahabat

Pengalaman saat masih kuliah,berkumpul dikos dengan adik2 kos dan kakak2 kos. Alhamdulillah tempat kosnya nyaman dan strategis. Teman2 kosnya juga asik,sebagian sich..hehehe….kebanyakan anak2 gaul yang modis,doyan ngeMall n shopping holic. Aku tidak termasuk golongan itu,lebih menyibukkan diri dengan kursus komputer dan bahasa inggris.

Termasuk masalah pacar,sepanjang kuliah nothing “Pacaran”,kenapa?karena aku bukan orang gampang jatuh cinta dan percaya rayuan. Meskipun banyak tawaran dari adik kos dan mbak kos,entah kenapa sama sekali tidak tertarik. Sampai2 ada mbak kos yang mau nyomblangin aku,duhhhh sedih bgt wktu itu kaya cewek gak laku. Bukan hanya itu aku juga merasa terintimidasi dengan perilaku dan omongan teman kos. Mereka suka nyinyirin aku waktu malam minggu,karena apa?pas malam minggu dikos cuma ada 9 orang dikos dari total 20 orang itu juga kalo yang 9 jomblo ngumpul gak pulang kampung.

Tahu gak apa kata2 teman kos yang pacaran???katanya”tiap malam minggu bertelor dikamar,hp gak laku,gak pernah jalan2″….sakit bener dech,,lebih sakit lagi ada adek kos yang agamis dengan jilbab besar pacaran,dia waktu aku ultah kasih aku kado dan tulisan “semoga cepet dapat pacar” WOOWWWW bgt yaaaa…..ku pikir golongan jilbaber gak kenal pacaran?????

Dari semua teman yang punya pacar ada 5 orang yang selalu nyinyirin aku soal jodoh,padahal aku gak pernah peduli dengan urusan pacaran mereka.. dan rata2 mereka sudah pacaran 3 tahunan,,,lalu apa yang terjadi???

TAKABUR….ya itulah yang mereka lakukan

Dengan lantangnya berkata “gak mungkin kita putus,keluarga udah saling kenal,pacaran juga uda lama,pokoknya setahun setelah lulus kita nikah”….hmmmmm,,,manusia memang hanya bisa berencana namun Allah yang menentukan.

Beberapa tahun kemudian satu persatu diantara mereka putus dan setelah lulus kuliah mereka menikah dengan orang lain,bukan dengan pacar yang sudah dipacarinya bertahun-tahun.

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Juni 2014 in Tak Berkategori

 
Sampingan

Alhamdulillah…demikian kami berujar tatkala seseorang menghujani kami dengan fitnah dan sumpah serapah.

Ia adalah seseorang berpendidikan amat tinggi,hampir bergelar doktor,ia juga seorang wanita cerdas dan hebat yang sedang dikaruniai kehamilan. Hujatan,fitnahan dan sumpah serapah dengan kata-kata yang tak pantas dikeluarkan oleh seorang calon Dr. Kami mengakui bahwa kami hanyalah orang biasa yang berpendidikan tak setinggi dirinya,namun kami bangga karena sikap dan pemikiran kami lebih bijaksana dan dewasa. Kami tak habis pikir dengan dia yang mengedepankan logika,emosi,bukti2 foto dari jejaring sosial dan bahkan meneror.


Di jaman serba IT,banyak pelaku yang memanfaatkannya untuk tujuan tertentu. Lihat saja para artis,tokoh masyarakat,alim ulama,mereka pernah “dimanfaatkan” untuk tujuan tertentu melalui jejaring sosial,apalagi kami yang hanya orang biasa.Okelah jika memang ada bukti namun ingat ada “asas praduga tak bersalah”. Sebagai orang awam yang tak lihai dalam IT kami hanya menanggapi dengan seadanya saja tanpa emosi meledak2 dan kata2 kasar. Kami bersikap seperti itu bukan karena kami takut dan kami salah,justru sikap kami yang menanggapi dengan kata2 halus,sopan,sabar,tidak meninggikan harga diri,menghormatinya itu karena kami tahu bahwa menyelesaikan dan mengklarifikasi masalah dengan emosi,kata2 kasar,umpatan itu tidak akan menyelesaikan masalah. Bukti2 yang dia punya memang sangat memojokkan kami,ditambah lagi ada teman lama yang “mengadu domba dan ngompori”. Dia menjadi sangat terpengaruh,bagaimana mungkin dia “menjudge” seseorang memfitnahnya hanya dengan bukti2 jejaring sosial dan hasil omongan orang yang belum dia ketahui perilaku kesehariannya. Menurut kami itu terlalu picik dan egois,bahkan dia tak mau mendengar dan menyanggah klarifikasi dari kami. Kalian pasti tahu pepatah “tak kenal maka tak sayang” dan itulah yang terjadi pada kami. Dia tidak mengenal kami dalam keseharian tapi langsung saja “menjudge” kami???bijaksanakah sikap seperti itu???.


Proses tabayyun yang kami lakukan tak membuahkan hasil,dia tetap menjudge,meneror,dendam pada kami,dan menyebarkan masalah itu pada seluruh keluarganya,teman,saudara bahkan tetangga kampung. Bukan itu saja ternyata dia juga memata2i kami melalui akun jejaring sosial. Sangat lucu kan???perilaku dan jalan berfikirnya sangat tidak mencerminkan seorang calon Doktor S3 malah lebih mirip anak “Balita”.


Namun yang lebih lucu dan kekanak2an sekali adalah dia merasa tersindir dan terpojok dengan postingan artikel umum yang kami share dijejaring sosial,dia terpojok dan tersindir dengan artikel tentang wanita yang mengejar karir dan studi juga artikel tentang bagaimana menjadi ibu rumah tangga yang profesional. Sangat aneh dan menggelikan bagi kami karena ternyata dia tersindir dan terpojokkan dengan artikel yang kami share secara publik yang sama sekali tidak lami tujukan kepadanya. Padahal artikel itu bukan kami yang membuat kami hanya menshare artikel yang kami ambil dari blog. Lalu,bagaimana tanggapan kami?hanya senyum simpul dan gelengan kepala saja. Rasanya itu cukup untuk menggambarkan kegelian kami akan sikapnya. Dan pada akhirnya kami memutuskan untuk tutup buku dengan dia,kami memutuskan untuk menjaga jarak,tidak berhubungan dan tidak mempedulikan/tidak mau tahu perilakunya dan apa yang dia perbuat untuk menjatuhkan kami. Kami anggap sikap diam dan tidak mau tahu ini lebih bijaksana daripada meladeni dan menanggapinya.


Apapun fitnahan,pandangan negatif,dendam dan omongan2 dia yang kasar dan pedas,kami terima lapang dada. Kami memaafkannya dan mendoakannya kelak dia bisa melalui proses kelahiran dengan normal,lancar,dan sehat keduanya,Aamiin….

Kami ikhlas diperlakukan seperti ini,karena kami tahu dan kami tidak takut. Masih banyak orang-orang yang menyayangi kami,mempercayai kami,dan menganggap kami sahabat.

MATI SATU TUMBUH SERIBU


 

 

Menyikapi masalah dengan bijaksana

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Juni 2014 in Tak Berkategori

 

Renungan, Bagi Para Ayah yang Sibuk Berkarir

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Juni 2014 in Tak Berkategori

 

Boomerang

pernahkah engkau mendapat sesuatu yang tak kau inginkan?

pernahkah engkau mengharapkan sesuatu tetapi nyatanya tak pernah engkau dapat?

Ikhlaskan. . . .ya,seharusnya begitu tapi mengapa begitu sulit. Rasanya ikhlas itu terhalang oleh tembok yang tinggi. Mengapa hanya ada kecewa,gerutu,emosi,tangisan bahkan depresi.

Hey…mungkinkah kita belum menyadari bahwa Allah itu adil?????tak mungkin Dia menyengsarakan kita,

Lalu apa yang membuat Dia tak mengabulkan harapan,permintaan dan doa2 kita?Sadarkah kita,tentang hukum sebab-akibat.

Coba tengok dan ingat kembali,apa telah kita lakukan kepada sesama makhluk ciptaanNya. Pernahkah kita berbuat jahat,usil,tak peduli???mungkin itu penyebab Allah menangguhkan terlebih dahulu permintaan2,harapan dan doa2 kita. Saat Allah menangguhkannya, itu adalah saat yang tepat bagi kita untuk introspeksi diri kita,segera benahi diri,hapus kebiasaan buruk…Allah akan melihat kegigihan kita dalam memperbaiki diri.

Dan pada saatnya nanti Allah akan berikan”surprise”itu kepada kita diwaktu yang tak pernah kita duga

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Juni 2014 in Tak Berkategori